Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Tetap Untung

Ditulis oleh:Diperbarui:Waktu baca:
Admin~5 menit

Menentukan harga jual adalah salah satu bagian yang sering membuat pemula ragu. Kalau harga terlalu murah, produk mungkin lebih mudah dilirik, tetapi keuntungan bisa terlalu tipis. Kalau harga terlalu tinggi, muncul kekhawatiran calon pembeli kabur ke toko lain.

Padahal harga jual tidak sebaiknya ditentukan hanya dari perasaan. Harga perlu dihitung dari modal, biaya, keuntungan yang diinginkan, dan value yang dirasakan pembeli.

Artikel ini membahas cara sederhana menentukan harga jual agar bisnis tetap sehat dan tidak hanya terlihat ramai tetapi sebenarnya tidak untung.

Daftar Isi

Kenapa Harga Jual Tidak Boleh Asal Tebak?

Banyak pemula menentukan harga dengan cara melihat kompetitor, lalu menurunkan sedikit agar terlihat lebih murah. Cara ini terlihat praktis, tetapi berbahaya jika Anda tidak tahu struktur biaya sendiri.

Misalnya kompetitor bisa menjual lebih murah karena:

  • mengambil stok dalam jumlah besar
  • punya supplier lebih murah
  • biaya operasional lebih rendah
  • sedang bakar uang untuk promosi
  • punya produk upsell di belakang
  • margin tipis tetapi volume penjualan tinggi

Jika Anda meniru harga tanpa menghitung biaya sendiri, bisnis bisa ramai tetapi keuntungan tidak terasa.

Harga jual yang sehat harus membuat bisnis sanggup membayar modal, biaya operasional, waktu kerja, risiko, dan tetap menyisakan keuntungan.

Rumus Sederhana Harga Jual

Rumus paling sederhana:

Harga jual = modal produk + biaya tambahan + keuntungan

Contoh:

Modal produk: Rp70.000
Biaya packing dan operasional per order: Rp5.000
Keuntungan yang diinginkan: Rp25.000

Harga jual = Rp70.000 + Rp5.000 + Rp25.000
Harga jual = Rp100.000

Rumus ini sederhana, tetapi cukup membantu pemula agar tidak asal memasang harga.

Modal produk adalah biaya utama untuk mendapatkan atau membuat produk. Jika Anda reseller, modalnya adalah harga beli dari supplier. Jika Anda produksi sendiri, modalnya mencakup bahan, proses produksi, dan biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu item.

Contoh modal produk fisik:

  • harga barang dari supplier
  • bahan baku
  • biaya produksi
  • biaya label atau kemasan utama
  • biaya reject atau produk gagal jika produksi sendiri

Biaya Tambahan

Biaya tambahan adalah biaya yang muncul agar produk bisa sampai ke pembeli atau bisnis bisa berjalan.

Contohnya:

  • plastik packing
  • bubble wrap
  • kardus
  • stiker label
  • biaya admin marketplace
  • payment fee
  • komisi affiliate
  • biaya iklan
  • pulsa atau internet
  • biaya tenaga admin
  • biaya retur atau komplain

Tidak semua biaya harus dihitung per order secara rumit sejak awal. Tetapi minimal, jangan menganggap biaya kecil sebagai nol. Biaya kecil yang berulang bisa memangkas margin cukup besar.

Keuntungan

Keuntungan adalah bagian yang membuat bisnis bisa bertumbuh. Dari keuntungan inilah Anda bisa menambah stok, memperbaiki kualitas, membayar waktu kerja, membuat konten, atau mengembangkan channel baru.

Jangan merasa bersalah mengambil untung. Bisnis yang tidak punya keuntungan akan sulit bertahan.

Biaya yang Sering Dilupakan Pemula

Pemula biasanya hanya menghitung harga modal dan ongkir. Padahal ada banyak biaya yang diam-diam muncul.

Biaya Packing

Packing bukan sekadar plastik. Untuk produk tertentu, packing perlu lebih aman agar barang tidak rusak. Jika biaya packing tidak dihitung, margin bisa tergerus.

Biaya Platform

Marketplace, payment gateway, atau platform tertentu bisa mengenakan biaya admin, komisi, atau potongan transaksi. Cek aturan terbaru dari platform yang Anda pakai.

Biaya Promosi

Jika Anda memakai iklan, endorse, affiliate, voucher, atau diskon, semua itu adalah biaya. Promosi boleh dilakukan, tetapi harus masuk perhitungan.

Waktu Kerja

Waktu membalas chat, membuat konten, packing, mencatat order, dan follow-up pelanggan juga bernilai. Jika bisnis makin besar, pekerjaan ini mungkin perlu dibantu orang lain. Artinya, sejak awal Anda perlu sadar bahwa waktu kerja adalah bagian dari biaya.

Cara Menentukan Harga untuk Jasa

Untuk jasa, rumusnya sedikit berbeda karena yang dijual bukan barang fisik, tetapi skill, waktu, proses, dan hasil.

Rumus sederhana:

Harga jasa = estimasi waktu kerja x nilai per jam + biaya tambahan + margin

Contoh:

Nilai waktu kerja: Rp100.000 per jam
Estimasi pengerjaan: 3 jam
Biaya tools/operasional: Rp50.000

Harga minimal = Rp300.000 + Rp50.000
Harga minimal = Rp350.000

Harga jasa juga dipengaruhi oleh:

  • tingkat kesulitan
  • pengalaman
  • portofolio
  • deadline
  • revisi
  • nilai hasil bagi klien
  • lisensi atau hak penggunaan

Jangan hanya menghitung "capeknya". Hitung juga value yang diterima klien.

Jual Murah atau Jual Mahal?

Pertanyaan yang sering muncul: lebih baik jual murah atau jual mahal?

Jawabannya tergantung strategi, target market, dan value produk.

Harga murah bisa cocok jika:

  • produk massal
  • margin tetap aman
  • volume penjualan besar
  • proses operasional efisien
  • target market sangat sensitif harga

Harga lebih tinggi bisa cocok jika:

  • produk punya kualitas lebih baik
  • pelayanan lebih personal
  • brand lebih terpercaya
  • target market menghargai kenyamanan
  • produk menyelesaikan masalah penting
  • ada bonus, garansi, atau pengalaman yang lebih baik

Yang berbahaya adalah menjual murah karena takut, bukan karena strategi.

Kenapa Pembeli Tidak Selalu Memilih yang Termurah

Pembeli memang mempertimbangkan harga, tetapi harga bukan satu-satunya alasan membeli. Banyak orang bersedia membayar lebih jika merasa lebih aman, lebih percaya, atau mendapat value yang lebih jelas.

Contohnya:

  • Toko dengan review bagus lebih dipercaya walau harganya sedikit lebih tinggi.
  • Produk dengan foto jelas lebih meyakinkan.
  • Admin yang responsif membuat calon pembeli lebih nyaman.
  • Garansi atau retur yang jelas mengurangi risiko.
  • Edukasi produk membuat pembeli lebih paham manfaatnya.

Karena itu, jangan hanya bermain di harga. Perkuat juga trust, pelayanan, konten, dan pengalaman pembeli.

Untuk memahami alasan pembeli mengambil keputusan, baca juga 3 alasan mengapa orang lain membeli produkmu.

Checklist Sebelum Menentukan Harga

Gunakan checklist berikut:

Pertanyaan Ya/Tidak
Apakah modal produk sudah dihitung?
Apakah biaya packing sudah masuk?
Apakah biaya platform/payment sudah dipertimbangkan?
Apakah biaya promosi sudah dihitung?
Apakah margin masih aman setelah diskon?
Apakah harga sesuai dengan target market?
Apakah value produk sudah jelas dijelaskan?
Apakah kompetitor sudah dibandingkan secara wajar?
Apakah ada ruang untuk promo tanpa rugi?
Apakah harga masih memungkinkan bisnis berkembang?

Kesimpulan

Harga jual yang baik bukan sekadar murah atau mahal. Harga yang baik adalah harga yang masuk akal untuk pembeli, sesuai dengan value produk, dan tetap membuat bisnis untung.

Mulailah dari rumus sederhana: modal + biaya + keuntungan. Setelah itu, perkuat alasan kenapa produk Anda layak dibeli melalui kualitas, pelayanan, bukti, dan komunikasi yang jelas.

FAQ

Berapa persen keuntungan yang ideal?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua bisnis. Produk fisik, jasa, makanan, produk digital, dan fashion punya struktur margin berbeda. Yang penting, margin masih cukup setelah semua biaya dihitung.

Apakah boleh menaikkan harga?

Boleh, terutama jika biaya naik, kualitas meningkat, permintaan stabil, atau value produk bertambah. Komunikasikan dengan baik agar pelanggan memahami alasannya.

Bagaimana jika kompetitor jauh lebih murah?

Jangan langsung ikut menurunkan harga. Cek dulu apakah produk, kualitas, pelayanan, bonus, target market, dan struktur biaya Anda sama. Jika tidak sama, strategi harganya juga tidak harus sama.

Apakah diskon bisa merusak keuntungan?

Bisa, jika diskon tidak dihitung. Sebelum memberi diskon, pastikan margin masih aman atau diskon tersebut punya tujuan jelas seperti menghabiskan stok, menarik pembeli pertama, atau meningkatkan volume order.


Share postingan ini:

Perlu dukungan software, template desain, atau materi tambahan untuk belajar skill kreatif digital?

Cek rekomendasi pilihan berikut untuk membantu proses belajar, membuat konten, dan membangun workflow digital Anda:

WBS Pro

WBS Pro

Software

8.000+ Orang Sudah Menggunakan Tools Whatsapp Marketing Ini!

Follow Up Ataupun Mengirim Pesan ke Whatsapp yang ada dalam database Anda dengan sangat singkat, tanpa harus manual satu persatu.

 
Selengkapnya
WBS Chat

WBS Chat

Software

Sudah Saatnya Memaksimalkan Penjualan Anda Melalui Whatsapp

Sekarang! Satu Akun Whatsapp Bisa Di Akses Dari Mana Saja Secara Bersamaan, Baik Dari Laptop Maupun Smartphone

 
Selengkapnya
Sejoli

Sejoli

Software
Sebuah Plugin WordPress TERKECE di Indonesia!

Dapatkan Segudang Kemudahan & Keuntungan Optimasi Bisnis Online Dalam 1 Plugin saja, Komplit Abis!

Mulai dari Membership Affiliasi hingga Manajemen Order Tingkat Tinggi... Wow! Apaan tuh?
 
Selengkapnya